5 Game Tersadis Yang Dilarang Beredar Di Berbagai Negara

Permainan adalah sebuah hiburan yang telah ada sejak zaman dahulu. Namun, tidak semua jenis permainan diterima dengan baik oleh masyarakat. Terkadang, ada juga permainan yang dianggap terlalu sadis dan menimbulkan kontroversi di berbagai negara. Hal ini membuat beberapa negara melarang peredaran permainan tersebut di wilayahnya. Dalam ulasan ini, kita akan membahas tentang 5 game tersadis yang dilarang beredar di berbagai negara. Untuk Anda yang penasaran mengenai apa saja daftar gamenya, silahkan simak ulasan berikut secara seksama!

5 Game Tersadis yang Dilarang Beredar di Berbagai Negara

1. Hatred

Game pertama yang akan dibahas adalah Hatred. Game ini dirilis pada tahun 2015 oleh developer Polandia, Destructive Creations. Hatred merupakan game bergenre third-person shooter yang menampilkan aksi brutal dan pembunuhan berantai. Pemain akan memerankan karakter bernama “The Antagonist” yang mengalami kebencian dan ingin memusnahkan seluruh umat manusia.

Dalam permainan ini, pemain akan melakukan tindakan sadis seperti membunuh orang yang tidak bersalah, membunuh petugas polisi, dan bahkan pada level tertentu pemain akan membunuh anak-anak. Hal ini tentu saja menimbulkan kontroversi yang cukup besar. Beberapa negara seperti Argentina, Australia, dan Selandia Baru melarang peredaran game Hatred di wilayahnya karena dianggap mendorong kekerasan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral.

2. Postal 2

Postal 2 adalah game yang dirilis pada tahun 2003 oleh Running With Scissors. Game ini juga menampilkan aksi kekerasan yang tidak manusiawi. Pemain akan memerankan karakter bernama Postal Dude yang melakukan tindakan kekerasan dan vandalisme di sekitarnya. Game ini juga menampilkan banyak adegan kekerasan terhadap wanita dan anak-anak.

Banyak negara yang melarang peredaran Postal 2 karena dianggap merusak moral dan menimbulkan kontroversi yang cukup besar. Beberapa negara seperti Jerman, Swedia, dan Australia melarang peredaran game ini karena dianggap mendorong kekerasan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di negara tersebut.

3. Manhunt

Manhunt adalah game yang dirilis pada tahun 2003 oleh Rockstar Games. Game ini memungkinkan pemain untuk memerankan seorang narapidana yang terlibat dalam pertarungan sengit dan brutal untuk mendapatkan kebebasan. Pemain akan diminta untuk membunuh musuhnya dengan berbagai macam senjata yang sadis seperti golok, kapak, dan pistol.

Game ini mendapatkan banyak kritik karena menampilkan adegan kekerasan yang sangat mengerikan dan tidak manusiawi. Beberapa negara seperti Inggris, Selandia Baru, dan Jerman melarang peredaran game Manhunt karena dianggap mendorong kekerasan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada di negara tersebut.

4. Carmageddon

Carmageddon adalah game yang dirilis pada tahun 1997 oleh Stainless Games. Game ini menampilkan aksi balap mobil yang sangat brutal dan tidak terkendali. Pemain akan diminta untuk menabrak kendaraan lain serta pejalan kaki dan hewan di sepanjang lintasan balap. Selain itu, pemain juga bisa menggunakan senjata seperti roket dan mesin gergaji untuk menghancurkan lawan.

Game ini mendapatkan banyak kritik karena dianggap mendorong perilaku agresif dan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Beberapa negara seperti Brasil, Inggris, dan Selandia Baru melarang peredaran game Carmageddon karena dianggap mendorong kekerasan dan merusak moral.

5. Grand Theft Auto V

Grand Theft Auto V (GTA V) adalah game yang dirilis pada tahun 2013 oleh Rockstar Games. Game ini menampilkan aksi kekerasan dan kriminalitas yang tidak manusiawi. Pemain akan memerankan karakter bernama Franklin, Michael, dan Trevor yang terlibat dalam dunia kriminal dan melakukan berbagai macam tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral seperti pencurian, pembunuhan, dan perampokan.

GTA V mendapatkan banyak kontroversi karena dianggap mendorong perilaku kriminal dan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Beberapa negara seperti Brasil, Australia, dan Jepang melarang peredaran game ini karena dianggap menimbulkan dampak negatif bagi pemainnya.

Dari 5 game tersadis yang dilarang beredar di berbagai negara, kita dapat melihat bahwa kekerasan dan kontroversi masih menjadi isu yang serius dalam industri game. Beberapa negara merasa perlu untuk membatasi peredaran game yang dianggap mendorong perilaku kekerasan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Namun, pada akhirnya semuanya kembali kepada pemain untuk bertanggung jawab atas perilaku yang mereka lakukan dalam dunia game.